Beranda » Obat Penyejuk Hati » Kisah Tentang Tawakal Kepada Allah

Kisah Tentang Tawakal Kepada Allah

rejeki tak disangka

Ada sebuah kisah yang menarik dari seorang yang bernama Hatim Al-Asham. Suatu kali Hatim ingin menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Ia pun mengumpulkan anak-anaknya dan berkata : “Saya akan pergi untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah.” Anak-anaknya berkata : “Siapa yang akan memenuhi kebutuhan kami ?”Akan tetapi, salah seorang puterinya berkata dengan penuh keyakinan : “Wahai ayah, silahkan ayah pergi dan sempurnakanlah ibadah haji ayah. Karena saya yakin, ayah bukan pemberi rezeki.”

Hatim pun pergi,selang beberapa hari makanan di rumah habis. Lalu seluruh keluarga datang kepada gadis bertakwa itu, dengan melontarkan cacian dan celaan. Kemudian gadis itu menyepi dan menautkan permohonannya kepada Rabbnya yang telah berfirman :

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”
(QS, Ath-Thalaq  :  2 – 3).

Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Dia tidak akan mengabaikan seorang yang bertakwa.

Allah memenuhi permohonan si gadis.  Pada saat yang bersamaan, pemimpin negeri itu sedang meninjau kondisi rakyatnya, ketika sampai di depan rumah Hatim, ia begitu didera rasa haus, yang hampir-hampir membunuhnya.  Ia berkata kepada salah satu pengawalnya : “Carikan aku segelas air dingin.”  Maka pengawal itu masuk ke rumah terdekat, yaitu rumah Hatim.  Para penghuni rumah pun segera menyediakan gelas yang bersih dan air yang dingin.

Sang Raja meminum air yang disediakan, ia bertanya : “Rumah siapa ini ?  “Mereka menjawab : “Milik Hatim Al-Asham.” Raja bertanya lagi : ” Ia seorang yang shaleh ?”  Mereka menjawab : “Benar”.  Raja berkata : “Segala puji hanya milik Allah yang telah memberi kami minum dari rumah orang shaleh.  Dimana dia sekarang, agar kita memberi salam kepadanya ?”  Mereka menjawab : “Dia pergi untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah.”  Raja berkata :” Kalau demikian, demi Allah, kita wajib mencukupi kebutuhan anggota keluarganya ketika dia tidak ada.”

Kemudian sang raja mengeluarkan sekantong uang emas dan melemparkannya ke rumah Hatim Al Asham. Akan tetapi Allah yang Maha Memberi Rezeki hendak memberikan tambahan rezeki yang lain,  Dia gerakkan hati sang raja.  Raja menoleh ke arah para prajuritnya dan berkata : ” Barangsiapa yang mencintaiku, hendaklah ia melakukan seperti tindakanku tadi “.  Maka, masing-masing prajurit melemparkan semua harta yang mereka bawa, sebagai bentuk basa-basi kepada sang raja.

Akhirnya rumah si gadis penuh dengan emas.  Si gadis masuk ke kamarnya sambil menangis haru,  saudara-saudaranya keluar mendengar tangisannya. ” Kita telah menjadi manusia yang paling kaya.  Seorang makhluk telah memandang ke arah kita sekali pandang, sehingga kita pun menjadi kaya, lantas bagaimana jika Sang Khalik yang memandang ke arah kita?

Allah maha kaya dan Allah maha berkehendak, maka bertawakal lah,,,

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.713 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: