Salam Yatim Sedekah Instan

Beranda » Obat Penyejuk Hati » Ingin Sukses? Jangan Cuma Kerja Banting Tulang!

Ingin Sukses? Jangan Cuma Kerja Banting Tulang!

kerja

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS Al-Baqarah: 186).

———————————————————————————————————

Manusia memiliki keterbatasan, dimana tidak semua hal bisa terjangkau olehnya hanya melalui sekedar usaha. Keberhasilan sebuah usaha dan tercapainya keinginan manusia tanpa disadari hubungan vertikal ke Allah, hanya akan membuahkan kesombongan pada diri manusia. Dan tidak jarang pada akhirnya kepada Allah jua ia kembali mengeluhkan segala persoalannya ketika ditemukan kesusahan.

“Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri. Tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.” (QS Fushshilat: 51)

Sebaliknya, bila kegagalan menimpa akan membuahkan keputusasaan yang menghilangkan semangat hidup.

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia akan menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS Fushshilat: 49).

Itulah manusia, seringkali melupakan Allah dikala sedang senang dan gembira, dan sering berputus asa ketika menghadapi kegagalan dalam hidupnya. Kemudian timbul penyesalan yang tidak lagi berguna.

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS Al-Munafiqun: 9).

Kebanyakan manusia tidak mampu mengingat Allah ketika harta banyak (meskipun tidak sedikit manusia yang juga lupa Allah ketika kesusahan datang). Mengingat Allah bukan berarti hanya mengingat nama-Nya saja, dan shalat. Mengingat Allah juga berarti mengingat ajaran-ajaran-Nya seperti menyantuni anak yatim, fakir miskin, memuliakan orang tua, baik kepada tetangga adalah sebagian dari cara mengingat Allah. Semua amal saleh ini harus dilakukan sebelum ajal menjelang.

Kenapa harus dilakukan sebelum ajal menjelang? Karena kalau sudah ajal menjelang tidak ada gunanya sama sekali, semuanya sudah terlambat. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh manusia bila ajal sudah sampai. Itulah sebabnya dikatakan rugi, karena dunianya tidak dapat mengantarkannya kepada kesuksesan untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat. Kebahagiaannya berhenti di dunia saja.

Seperti yang diceritakan dalam sebuah kisah, ada seorang manusia yang meninggal. Di kuburlah ia. Begitu dikubur, tujuh langkah pengantar kuburnya pulang, ia ditanya oleh malaikat tentang pertanyaannya kubur. Diantaranya tentang harta dan waktu yang sudah diberikan Allah, digunakan untuk apa saja. Lalu teringatlah ia akan hartanya di dunia yang masih banyak, ia teringat pula bahwa sedikit sekali harta yang ia sedekahkan. Ia juga diperlihatkan harta yang ditinggalkannya kini menjadi perusak bagi keutuhan anak keturunannya. Melihat hal itu semua, orang tua itu dikisahkan menangis dan mengiba agar dia dikembalikan lagi ke dunia, tetapi hal itu sudah tidak mungkin.

Kemudian orang itu teringat kembali waktu yang telah disia-siakan selama masih di dunia. Memang menurut ukuran dunia, ia sangat berhasil, tapi tidak menurut Allah. Apa yang ia lakukan selama di dunia, menurut Allah hanyalah suatu yang sia-sia belaka. Karena dunianya tidak dapat mengantarkannya untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Merengeklah lagi ia untuk dikembalikan ke dunia, agar ia dapat berkesempatan untuk melakukan berbagai macam amal saleh, tapi itu semua tidak bisa.

Itulah manusia, semua keberhasilan yang tidak didasari oleh hubungan vertikal ke Allah, hanya akan membuahkan kesombongan pada diri manusia. Dan sebaliknya jika kegagalan menimpa akan membuahkan keputusasaan. Sebagiannya tidak jarang pada akhirnya ia kembali kepada Allah untuk mengeluhkan semua persoalannya ketika sedang menemukan kesusahan. Bila sudah begini, mengapa tidak sedari awal melibatkan Allah?

Bagaimana cara melibatkan Allah? Yaitu dengan berdoa. Karena dengan berdoa, menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah dan menunjukkan penyerahan diri secara total setelah melakukan upaya sebatas kemampuan kita. Berdoa juga mengharapkan sesuatu dari Allah. Kalau Allah sudah mau melibatkan diri-Nya di dalam kehidupan kita, tidak ada permasalahan kita yang tidak selesai. Sebuah doa dikabulkan oleh Allah di luar kadar kemanusiaan karena Allah sendiri Maha Kuasa atas segala hal.

Memang, kebanyakan manusia baru melirik kepada Allah, ketika dirinya sedang dalam kondisi terhimpit kesulitan yang luar biasa. Seperti yang Allah singgung dalam Surat Yunus ayat 22. Tapi hal itu tak mengapa. Karena seringkali Allah menunjukkan kuasa-Nya ketika kita dalam kondisi benar-benar butuh pertolongan.

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS Al-Baqarah: 186).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: